KOTA MALANG — Semangat kemerdekaan terasa hangat di lingkungan RW 12, Kelurahan Madyopuro, Kota Malang. Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang dalam tradisi masyarakat Malang dikenal sebagai Barikan digelar di pelataran Jalan Danau Sentani Utara I, RT 02/RW 12, Minggu (16/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIB tersebut dihadiri
pengurus RW 12, para ketua RT 01 hingga RT 06, sesepuh RW 12, serta
seluruh warga RW 12. Pengurus RW dan ketua RT tampak mengenakan batik
dipadukan peci hitam ber-pin merah putih, menambah suasana khidmat sekaligus
semarak peringatan kemerdekaan.
Pelaksanaan Tasyakuran tahun ini dipimpin oleh Ketua Panitia HUT ke-81 RI RW 12, H. Ugeng Waskito Dewo. Ia mengatakan bersyukur atas terlaksananya tasyakuran ini. "Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada panitia dan warga RW 12 atas terselenggaranya acara tasyakuran malam ini," ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin Ibu Kemi. Seluruh hadirin berdiri mengikuti lagu kebangsaan tersebut.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang
dipimpin Ketua RW 12 Madyopuro, Agus Utomo. Setelah itu, warga
kembali menyanyikan tiga lagu nasional berturutan, yakni Hari Merdeka, Tanah Airku, dan
Syukur, yang kembali dipimpin Ibu Kemi.
Dari Peringatan Kemerdekaan hingga Capaian RW
Dalam sambutannya, Ketua RW 12 Agus Utomo membacakan
sambutan Wali Kota Malang pada Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026. Di kesempatan itu, ia sekaligus menyampaikan sejumlah capaian pembangunan fisik dan nonfisik yang
telah direalisasikan di lingkungan RW 12 sepanjang 2026.
Sejumlah pembangunan tersebut meliputi pembangunan Gudang RW
12 berukuran 5 x 7 meter di samping Balai RW, pembangunan gorong-gorong RT 06
sepanjang 40 meter di Jalan Bratan Timur, serta pembangunan drainase cor di RT
01, RT 02, RT 04, dan RT 06 dengan total panjang lebih dari 130 meter.
Selain pembangunan infrastruktur, RW 12 juga menerima
berbagai sarana pendukung kegiatan masyarakat. Di antaranya tiga paket tanaman
hias, 16 set mesin potong rumput untuk RT 01–06, lima set peralatan hidroponik,
25 kursi stainless, dua set tenda berukuran 4 x 6 meter, dua gerobak sampah,
empat tong sampah fiber, satu unit LCD/Infocus, serta satu set peralatan musik
Al-Banjari.
Agus juga menyampaikan sejumlah program yang belum
terealisasi dan ditargetkan dapat dilaksanakan pada September 2026. Program
tersebut antara lain pengadaan enam meja lipat, satu sumur injeksi, dua unit
Penerangan Jalan Umum (PJU), tiga paket pembangunan taman lapangan RT 03,
pembangunan pergola di RT 06, 12 paket kegiatan kewaspadaan dan ketahanan
lingkungan melalui kerja bakti RT 01–06, serta perlengkapan Posyandu.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan
tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui pembangunan dan
penguatan kehidupan warga di tingkat lingkungan.
Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebaikan
Menurut Cak Loem, sapaan akrab Mulyani Surendra, berbagai capaian pembangunan di RW 12 merupakan hasil kerja bersama seluruh warga. Karena itu, semangat kemerdekaan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat melalui kepedulian, gotong royong, dan kesediaan mengambil peran.
Mengacu pada tema kemerdekaan “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, ia mengingatkan bahwa kedaulatan yang telah diraih harus terus diikuti dengan perjuangan mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Persoalan seperti korupsi, ketimpangan, dan berbagai bentuk penyimpangan masih menjadi pekerjaan bersama.
Cak Loem mengajak masyarakat tidak berhenti pada keluhan, tetapi mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing. Nilai agama, katanya, harus menjadi benteng untuk membedakan kebaikan dan keburukan, sekaligus mendorong setiap orang menjauhi kemungkaran dan memperbanyak kebaikan.
Kepada generasi muda atau Gen Z, Cak Loem berpesanagar menjadikan tokoh-tokoh inspiratif dan teladan agama sebagai panutan. Jangan hanya menjadikan popularitas, tren, atau figur hiburan sebagai contoh utama dalam kehidupan.
Boleh mengikuti
perkembangan zaman, menikmati teknologi, musik, dan budaya modern, tetapi tetap
harus memiliki pegangan nilai agama dan karakter yang kuat. Generasi muda harus
menjadi generasi yang cerdas, kreatif, berakhlak, dan mampu membawa Indonesia
menuju masa depan yang lebih baik.
"Perubahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian lingkungan sekitar. Dengan kebersamaan, kepedulian, dan doa, Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur dapat benar-benar diwujudkan,”ujarnya.
Ditutup Doa dan Makan Bersama
Rangkaian tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin Ustad Nurali Hasan. Setelah doa, Ketua RW 12 Agus Utomo melakukan pemotongan tumpeng dan menyerahkannya kepada tokoh masyarakat, Mulyani Surendra, sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan warga.
************
Foto-foto Kegiatan Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI :






.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)











Post a Comment for "Tasyakuran HUT ke-81 RI di RW 12 Madyopuro: Merawat Kemerdekaan dari Lingkungan Warga"